lokalkarya.id – Rasa manis yang khas pada gula merah asal Wuluhan, Jember, Jawa Timur ini bisa jadi karena sentuhan pembuatnya, yaitu para perempuan berwajah sawo matang yang manis. Pembuatan gula merah di desa ini menjadi profesi turun- temurun yang dikerjakan kaum perempuan di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember.
Salah satunya wanita yang akrab disapa Mbak Unyil ini. Ia merupakan turunan ketiga dalam keluarga yang bertahan melestarikan produksi gula merah Lojejer Jember ini.
Gula Merah biasanya juga diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma, seperti kelapa, aren, enau, lontar dan siwalan.

Jika pada sebagian daerah menggunakan Nira dari pohon aren, namun di desa ini menggunakan Nira dari pohon kelapa sebagai bahan baku pembuat gula. Biasanya Kelapa Hybrida, dengan umur 8 tahun dan 4 tahun. Desa Kepel, Kecamatan Wuluhan ini memiliki lahan perkebunan kelapa milik warga yang bisa dibilang luas, rata-rata pembuat Gula Merah memiliki 100 pohon kelapa dengan jarak tanam 5 meter
Pagi hari, tugas kaum lelaki berangkat ke kebun untuk melakukan penyadapan yang dilakukan pagi sebelum pukul 08.00 dan sore setelah pukul 16.00. Biasanya per orang mampu menyadap sampai 20 pohon, tergantung pada musim. Berbekal membawa Kempu (Jirigen 35 Liter), Saringan, Tampar (Tambang), Parang khusus, dan Enjet (Kapur Lembek). Nira yang baik bercirikan masih segar, rasa manis, harum, tidak berwarna Hasil yang didapat, barulah nanti akan diolah oleh para kaum wanita di rumah.

Proses pembuatan Gula Merah Nira:
- Nira yang sudah terkumpul dalam tiga kempu, dituang dalam dua wajan besar.
- Wajan pertama berfungsi untuk proses pemanasan dengan suhu tinggi, dan wajan kedua untuk proses pemanasan suhu sedang, untuk proses menunggu Nira dalam wajan pertama sudah menyusut.
- Langkah berikutya, Nira dicampur menjadi satu wajan, nyala api dijaga supaya tidak mengecil sambil dimasak selama 6 jam. Kurang lebih sekitar 15 menit sebelum gulanya masak, diberi 1 cc santan (1 butir kelapa parutan dicampur 100 cc air)
- Setelah Nira mulai merah mengental, proses selanjutnya mengaduk gula merah yang masih panas agar gula tidak mengeras sebelum dicetak.
- Cetakan gula merah ada dua macam, pertama menggunakan batang-batang bambu yang sudah dipotong sesuai ukuran. Kedua cetakan menggunakan papan mainan Dakon atau Congklak, cetakan ini mulai digemari pembuat gula merah dari tahun 2000-an, karena lebih mudah proses mencuci dan mencopot gula merah yang sudah dicetak.

Gula-gula yang dihasilkan kemudian dijual dipasaran. Hingga informasi ini ditulis (April 2017) harganya sekitar Rp.10.000,- hingga Rp.12.000,-. Pengepakan dapat juga dilakukan memakai keranjang bambu dengan dilapisi daun pisang kering atau daun jati kering dengan cara pengepakan seperti ini gula dapat bertahan ± 1 bulan.
Sumber : Vj Lie
Photo credit : Local Guide
